home Utama Jalur Cileungsi-Jonggol Mendesak Dibuat 4 Jalur

Jalur Cileungsi-Jonggol Mendesak Dibuat 4 Jalur

Siapa yang pernah lewat jalur Cileungsi (fly over) ke Jonggol ? Pasti merasakan betapa parahnya macet di jalur tersebut. Bagi yang pernah/sering rekreasi ke Taman Buah Mekar Sari pasti bisa berbagi cerita tentang kemacetan itu. Belum lagi ditambah “jalan yang berlobang” makin bikin macet yang parah. Sebagai daerah penyangga Jakarta, seharusnya Cileungsi, khusunya Kab. Bogor siap mengantisipasi kondisi ini dengan menyediakan infrastruktur jalan yang memadai. Kenapa macet? Salah satunya karena jalur tersebut masih dua jalur (untuk arah berlawanan). Dengan tingkat hunian yang padat dan banyaknya pengembang seharusnya jalur tersebut sudah empat jalur (empat arah ke Jonggol dan dua ke arah Cileungsi). empat jalur rute Cileungsi-Jonggo saat ini sangat mendesak. Mohon kiranya Pemerintah Daerah Kab. Bogor untuk mengantisipasi hal ini. Anehnya, fly over persis di Cileungsi sudah di-seting untuk empat jalur, namun pas turun ke arah Jonggol “mengecil” jadi dua jalur. Entah mengapa? Tidak ada dana atau memang seperti itu saja perencanaan infrastrukturnya? Seharusnya, jalur Cileungsi-Jonggol sebagai penyangga kota Jakarta siap berbenah untuk mengantisipasi meningkatnya tingkat hunian di daerah ini. Semakin banyaknya perumahan di area ini harus ditopang oleh tersedianya infrastruktur yang memadai. Bayangkan saja, kemacetan di jalur Cileungsi-Metland-Harvest City-Mekar Sari-mungkin sampai Citra Indah, bisa menyita waktu berjam-jam. Sungguh, perjalan yang menyesakkan …… Bagaimana cara mengatasi kemacetan yang parah di jakur Cileungsi-Jonggol ini ? Setidaknya bisa dilakukan melalui dua cara:

1. Pemda Bogor dapat mengumpulkan semua pengembang/developer yang membuka perumahan di wilayah tersebut untuk bertanggung jawab dan berkontribusi untuk pembangunan empat jalur jalan utama TransYogi tersebut. Dengan meningkatkan hunian di perumahan wilayah tersebut dan banyaknya perumahan, sudah selaykanya para pengembang/developer ikut aktif dalam memperbaiki dan membangun jalan utama agar lebih nyaman.

2. Pemda Bogor perlu menata kemacetan di wilayah tersebut. Namun fokus utamanya adalah menjadikan jalur Cileungsi-Jonggol menjadi empat jalur; yang dua jalur ke arah Cileungsi dan dua jalur lagi ke arah Jonggo. Bukankah dari area Cibubur hingga Cileungsi sudah dua jalur?. Jadi tinggal dilanjutkan saja …. Semoga saja pihak-pihak terkait dengan wilayah Cileungsi-Jonggol dapat memperhatikan kondisi ini. Kemacetan hingga kesemrawutan perjalanan di wilayah ini sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan, baik pejalan kaki, moto, maupun mobil. Mari kita optimalkan infrastruktur jalan sebagai konsekuensi dari berkembangnya suatu wilayah… bukankah begitu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *