home Pendidikan Beragam Masalah pada Ujian Nasional 2016

Beragam Masalah pada Ujian Nasional 2016

Ujian nasional (UN) sudah bukan menjadi penentu kelulusan siswa. Dengan kebiajakan tersebut, diharapkan UN tak lagi menjadi momok bagi setiap siswa. Terbukti, laporan terkait masalah dan kecurangan UN mulai tahun lalu cenderung menurun dibandingkan dengan tahun-tahun ketika UN menjadi syarat kelulusan.

Hal tersebut turut dicatat oleh Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI).Berdasarkan keterangan tertulis FSGI,laporan dan pengaduan pada UN 2015 dan 2016 di Posko Pengaduan UN FSGI terbilang menurun drastis.

Kendati demikian, posko yang dibuka sejak 1 April 2016 itu pada hari kedua menerima 10 laporan yang berasal dari Tasikmalaya, Karanganyar, Sidoarjo, Makassar, dan Jakarta. Beberapa laporan dan pengaduan terkait pelaksanaan UN tersebut, meliputi masalah teknis dan substansi.

Pada masalah teknis, FSGI menerima laporan listrik padam di Tasikmalaya dan Kupang. Selain itu, server tidak bisa terkoneksi ke server pusat di salah satu sekolah di Karawang selama tiga jam. Hal tersebut membuat para peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK) sempat panik karena terlalu lama menunggu.
ementara dalam hal substansi FSGI menemukan tidak adanya soal UN braille untuk penyandang tunanetra. Seharusnya, harga soal braille yang mencapai Rp500 ribu per soal tidak menjadi masalah dan halangan bagi pemerintah. Adapun laporan kasus tersebut ditemukan di Mataram, Jakarta, Karanganyar, Sidoarjo, dan Makassar.

Akibat tak adanya soal berhuruf braille, pengawas harus membacakan soal kepada peserta. Namun, peserta tetap merasa kesulitan karena soal-soal yang disertai gambar, simbol, dan grafik tidak bisa dijelaskan secara lisan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *